Mereka yang tak punya apapun mungkin akan kebingungan untuk menyebut hal yang membuatnya bangga. Suatu saat saya berdiri di gerbong 8 KRL Ekonomi, saya melihat sebuah keluarga yang kurang lengkap. Ibu dengan tiga orang anak sambil menikmati perjalanannya. Mungkin hal ini terdengar biasa saja. Tapi saat melihat keadaan mereka membuat saya terusik dan berpikir lebih dalam. Ibunya menghisap rokok sambil bercanda dengan kedua anaknya. Sementara bayinya dibiarkan menggantung pada kain penggendongnya. Rambut wanita itu pendek seperti rambut ketiga anaknya. Entah apa yang telah menimpanya hingga ia seperti itu. Ia memakai piyama yang sudah lusuh dan kotor serta membawa tiga tas yang penuh. Entah pula akan pergi kemana. Di tengah perjalanan, saya terus memperhatikan mereka. Anaknya yang paling besar berumur sekitar 6 tahun yang terlihat aktif. Lalu anak yang kedua berumur sekitar 4 tahun. Sementara yang lain menggantung di kain penggendong. Sesekali mereka bercanda sampai tertawa lepas. Tetapi, tidak lama kemudian anak yang paling besar itu memukul kepala adiknya hingga ia menangis. Setelah itu ibunya memukul anak pertamanya itu. Melihat hal itu, saya tidak dapat menahan air mata. Begitu banyak pertanyaan yang muncul ketika saya melihat meraka. Apa yang terjadi dengan mereka? Di mana mereka tinggal? Bagaimana kehidupan mereka? Mengapa mereka seperti itu? Ditambah lagi saat saya melihat bayi yang tertidur di gendongan itu bangun dan menangis. Yang membuat saya terkejut dan kembali mengeluarkan air mata yaitu, saat ibunya mengeluarkan minuman teh instan dan memberikannya kepada bayinya yang menangis. Sayangnya, bayi itu batuk dan kembali menangis. Lalu mereka turun di Stasiun Depok Baru. Mungkin Allah ingin memperlihatkan hal ini kepada saya. Sehingga saya dibiarkan menunggu kereta selama 1 jam karena rangkaiannya mengalami gangguan. Mungkin Allah ingin saya kuat, dan selalu bersyukur atas segala pemberianNya. Sebab syukur adalah kunci segala keterbatasan. Perjalanan saya dengan KRL Ekonomi selalu menjadi momen pembelajaran berharga bagi saya. Tentang kesederhanaan, kepedulian dan rasa syukur.